Ok … Al Quran sudah menyatakan hal itu. Tp apa benar demikian kenyataannya? Bukannya gak percaya… tp segala sesuatu harus dibuktikan. Bukankah di ayat tersebut diceritakan, justru Allah memberikan buktinya langsung sehingga hamba-Nya sangat yakin.
Yahh… memang, dari cerita-cerita di Al Quran yang diceritakan adalah para orang-orang yang tingkat keshalehan dan keimanan mereka sangat tinggi. Bagaimana dengan kita yang masuk ke kategori STMJ (Shalat Terus, Maksiat Jalan)? Apakah Allah memperlakukan hal yang sama kepada kita?
Sebenarnya kita juga merasakan semua itu, namun seringkali kita terlalu acuh untuk menyadarinya.
Memang tidak semenakjubkan jawaban yang dirasakan oleh Nabi Uzair maupun Nabi Ibrahim, namun cukuplah untuk meyakinkan diri kita.
Berikut beberapa pengalaman orang mengenai jawaban Allah.
- Selepas SMA, seorang sahabat sudah siap-siap untuk “cuti” selama satu tahun dulu. Krn dia tidak lolos UMPTN, dan beberapa pendaftaran perkuliahan terlewati begitu saja. Tentu dia sangat menyesal kenapa semua itu lewat. Akhirnya pasrah dg keadaan yang ada, dia hanya bisa berdoa. Dia masih ingat, kl hari itu hari jumat. Setelah shalat jumat, dia berdoa supaya diberikan tempat untuk melanjutkan sekolah yang paling baik untuk dirinya. Ketika pulang, baru saja taruh sajadah di bangku … tidak lama datang tukang pos yang membawakan surat panggilan untuk kuliah di salah satu Sekolah Tinggi yang ujian masuknya termasuk susah. “Lho?! Gue kan gak lulus waktu testnya? Koq dpt panggilan kuliah?“, begitu yang dia pikirkan. Waksss… ternyata doa-nya lgs dijawab Allah. Alhamdulillah.
- Setelah susah payah lulus kuliah, seorang teman ngalamin 2 thn masa nganggur. Dia sampe gak sabar dan marah2 dalam doa. Kenapa sih dia susah bgt dapat kerja? Sampe akhirnya gak lama dia marah2 dalam doa, dia dpt panggilan kerja. Tp justru dia gak lama kerja disana. Disana baru dia
sadar, ternyata dia blm siap untuk bekerja.. krn itu dia dikasih waktu untuk mempersiapkan diri dulu sebelum bekerja
- Sejak SMP salah seorang sahabat pny kriteria sendiri, spt apa nantinya pendamping. Setelah di break down, jadi deh daftar ciri-ciri yang harus ada pada diri orang tersebut (bisa lebih dr 10 ciri). Setiap dia kenal cw, selalu dia cari ciri-ciri tersebut. Yahh.. walau tidak ketemu langsung sih, doa jalan terus ;). Dari semua cw yg ada blm ada yang bs memenuhi lebih dari 5 ciri yang ada di daftar. Seringkali dia memaksakan, kl seseorang yg lg “deket” pny ciri-ciri tersebut. Sampai akhirnya, dia nanya sendiri .. apa dia terlalu pemilih, apa mungkin ada orang yang memiliki seluruh ciri tersebut? Suatu kali, dia ketemu seseorang. Orang ini diluar kotak yang menjadi inceran dia … namun, ternyata justru dia yang memenuhi seluruh kriteria. Seringkali dia gak percaya saat tnd itu datang. Dia sering ngomong dlm hati, “kl memang dia orangnya, dia akan melakukan ini” kemudian si inceran melakukan itu atau saat dia berdoa,“ya Allah, tolong berikan pasangan yg mau begene-begeto.” Gak lama dia tau kl si inceran memang berencana untuk begene-begeto..dan itu berlangsung terus sampai lebih dari 10 kali. Sehingga seluruh ciri yang dia tetapkan dipenuhi. Notice: yang dia lakukan itu diluar pengetahuan si inceran. Terlepas kemudian akhirnya bagaimana, tp itu membuktikan bahwa Allah memberikan jawaban yang langsung dia saksikan sendiri.
- Suatu kali seorang teman, yang suka “berdiskusi” dg ahli kitab (kristen), berdoa setelah shalat jumat. Dalam doanya dia meminta bantuan dalam menghadapi salah seorang bahlul kitab yang keras kepala. Baru selesai doa, tiba-tiba orang yang tadinya shalat disebelah dia menggelar barang dagangan buku agama. Dan si orang tersebut sedikit memaksa teman saya tersebut untuk membeli suatu buku.
Teman saya pun akhirnya membeli buku tersebut. Tak disangka, ternyata buku tersebut justru membantu dia dalam menghadapi si bahlul kitab tersebut.
- Suatu kali, seorang teman terjebak macet dijalanan. Tujuannya jemput doinya di daerah penjaringan sedangkan dia bekerja di daerah sudirman. Disamping itu, dia gak lewat jalan tol. Bisa dibayangkan bagaimana macetnya perjalanan dijalan diwaktu pulang kantor. Disepanjang jalan dia berdoa spy
dapat segera sampai. Selama perjalanan, ternyata dia bs lancar. Bisa dibayangkan bagaimana lancarnya bila perjalanan naik mobil dari sudirman ke penjaringan selama 15 menit.
- Ada sebuah keluarga yang telah bertahun-tahun mendambakan seorang anak. Segala cara telah dilakukan. Sampai akhirnya keluarga itu pergi berumrah dan memanjatkan permohonan di depan ka’bah agar diberi seorang anak. Pulang umrah, anak yang ditunggu belum muncul juga. Tidak lama, justru si suami menikah lagi dengan teman umrahnya. Bisa dibayangkan bgm perasaan si istri, anak tidak dapat justru si suami menikah lagi dengan teman umrahnya. Tahun-tahun pertama tentu sulit dihadapi oleh si istri. Namun tidak lama dari pernikahan itu, akhirnya si madu hamil. Setelah berapa lama akhirnya si istri pertama bisa menerima kehadiran madunya. Dimasa kehamilan itu, si istri
pertama yang merawat madunya sampai melahirkan. Setelah melahirkan, si madu (istri kedua) berkata,”Kakak, saya minta maaf kalo selama ini saya menyakiti hati kakak. Saya sadar bagaimana sakitnya hati kakak ketika yang orang yang kakak sayangi menikahi saya. Saya sadar betapa besar pengorbanan kakak kepada saya. Kakak memberikan orang yang paling kakak sayangi kepada saya, karena itu saya akan memberikan orang yang saya sayangi, anak ini, kepada kakak”. Tak lama si istri pertama merawat anak tersebut, si istri pertama akhirnya hamil. Ternyata beginilah Allah menjawab
doa si suami istri tersebut, yang memohonkan untuk diberikan seorang anak.
- Sekarang, bagaimana dg pengalaman kalian sendiri?
No comments:
Post a Comment