AL QURAN
Yang jadi pertanyaan, apa alasannya bahwa di Al Quran itu bs jadi hujjah? Jangan hanya percaya doktrin bahwa Al Quran adalah sumber segala ilmu. Kl hanya karena doktrin, yahhhh … saya hny bs bilang A-BC-D-E-F (Aduh-Bou’-Capek-Deh-Eyke-Fiuhhhhh). Sebaiknya coba kita buktikan sendiri. Apa dasar argumennya? Al Quran sendiri yang akan menjawab, salah satunya silahkan baca QS 3:138
Sebenarnya, sangat banyak kisah-kisah dalam Al Quran yang memperlihatkan bagaimana Allah memberikan jawaban-Nya. Diantaranya:
Ketika para Malaikat mempertanyakan kebijakan-Nya dalam menciptakan manusia.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka Nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada
mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui
rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS 2:30-33)
Disini diceritakan bagaimana para malaikat “protes” dan mempertanyakan rencana Allah dalam menciptakan manusia dan ia akan diangkat untuk mewakili-Nya dalam mengurus Bumi. Berdasarkan pemahaman, prediksi dari “keilmuan” mereka (para malaikat), manusia hanya akan membuat kerusakan aja. Knp bukan mereka (para malaikat/penghuni langit) yang dijadikan khalifah? Lalu apa yang Allah lakukan? Allah menjawab bahwa Dia akan memberikan “sesuatu” kepada manusia yang bahkan para malaikat pun tidak memilikinya.
“Bla-bla-bla … yeah right, what ever You say,” itu mungkin omongan yang saya ucapkan kl saya yang jadi malaikat ketika Allah memberikan jawaban atas protes para malaikat yang lain. Mungkin itu juga yang ada di hati para malaikat, sehingga Allah langsung membuktikan perkataan-Nya. Diperintahkannya Adam a.s menyebut (nama) segala sesuatu yang ada disana, setelah para malaikat menyerah dari tantangan serupa. Dari sini terlihat, bahwa jawaban Allah itu langsung dialami oleh para malaikat, bukan hanya teori.
Di ayat lain diceritakan pula bagaimana Allah memberikan jawaban kepada hamba-Nya yang mempertanyakan benar/tidaknya hari berbangkit itu.
Atau Apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(QS 2:259)
Di suatu riwayat, orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah seorang nabi bani Israel bernama Uzair (Ezra).Terlepas dari cerita siapa orangnya, di ayat ini orang tersebut mempertanyakan kebangkitan kembali yang sering diceritakan dalam kepercayaannya. Kemudian apa yang Allah lakukan untuk membuat yakin orang tersebut? Allah mematikannya selama 100 tahun. Kemudian Dia menghidupkan kembali. Kemudian setelah orang tersebut dihidupkan kembali, dia melihat dg matanya sendiri bagaimana keledainya dihidupkan kembali. Jadi Allah memberikan jawaban kepada orang tersebut, dengan cara si orang tersebut mengalami/merasakannya sendiri.
Di ayat selanjutnya justru Nabi Ibrahim a.s yang mempertanyakan itu.
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 2:260)
Di ayat ini bahkan seorang Nabi Ibrahim mempertanyakan kebenaran kebangkitan kembali. Lalu Allah menjawabnya dg cara Nabi Ibrahim menyaksikan sendiri.
Dari semua ayat yang ada, dapat disimpulkan bahwa Allah memberikan jawaban kepada hamba-Nya dengan cara memberikan pengalaman kepada orang tersebut, agar dia yakin. Allah tidak memberi jawaban kepada hamba-Nya yang tidak meyakinkan atau menimbulkan pertanyaan lanjutan sampai hamba-Nya tersebut menduga-duga atau berprasangka.(bersambung…)
http://hummdee6.blog.friendster.com/2007/03/kala-allah-menjawab-bag-1/
No comments:
Post a Comment