Sunday, January 16, 2011

Hebat..!


Bagaikan tetesan hujan di batasan kemarau. Berikan kesejukan yang lama tak kunjung datang. Menghapus dahaga jiwaku akan cinta sejati

Betapa sempurna dirimu di mata hatiku. Tak pernah ku rasakan damai sedamai bersamamu. Tak ada yang bisa yang mungkin kan mengganti tempatmu.

Kau membuat merasa hebat karena ketulusan cintamu. Ku merasa teristimewa hanya...
Hanya karena... karena cinta. Kau beri padaku sepenuhnya. Buatku selalu merasa berarti...
 -------------------------------------------------------------
Hmmm....lirik lagu nya band Tangga,ngena bangett ke aku!. Lagu itu langsung mengingatkanku akan seorang sosok yang paling berjasa dalam hidupku, sosok yang membuatku sangat bersyukur.

Wanita paling hebat yang aku kenal sepanjang hidup. Ibu.. walau jarak fisik kami berjauhan, tapi hati kami selalu dekat. Walau sejak dulu intensitas pertemuan kami hanyalah sebentar, namun pertemuan itu selalu berkualitas. Hingga menjelang kelulusanku dari SMA, kami hanya memiliki sedikit waktu untuk bertemu dengannya. Aku jarang bercerita ke Ibuku, karena setiap kami bertemu lebih banyak bliau gunakan untuk bercerita, dan aku lebih banyak mendengarkan ceritanya... gpp,lagipula aku lebih senang mendengarkan, bingung apa yang mau aku ceritakan ke beliau..

Ibu, ya...komunikasi verbal kami memang terbatas, tapi komunikasi batin kami selalu menembus  batas. Jarang ada hal yang bisa aku sampaikan ke Ibu, namun aku selalu menunggu kisah2 darinya... selalu saja aku seperti menonton acara TV setiap aku mendengarkan  beliau berkisah. Ibu, aku selalu mencintaimu... mencintaimu tanpa kata.

Perintah berbuat baik/berbakti kepada kedua orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah Tauhid. Seorang pemudah saleh bertanya kepada Umar bin khattab, “apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku...?”. Jawab Umar,i "tdak,tidak, tidak, karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”. Tidak ada budi yang  dapat membalas cinta seorang ibu. Apalagi mengimbanginya! - Begitu tulis Annis Matta dalam bukunya, Serial Cinta.

tulisan ini dibuat di kamar kosan, 
Bandung, 13.08.2010
15:27 wib

No comments:

Post a Comment