Friday, September 23, 2011

Hati-Hati

"Hati hanya bisa disentuh oleh hati"

Aku sering membaca tulisan senada itu, tapi aku lupa kata-kata itu apakah hadits Rasulullah saw atau bukan yaa..? ya, yang pasti, pernyataan di atas itu benar sekali adanya.

Untuk kesekian kalinya aku baru bisa menyadari bahwa ketidaknyamanan hatiku pada seseorang akhirnya terbukti kebenarannya. Aku selalu baru bisa menyadari setelah kejadian itu berlangsung. Menurutku, memang sebaiknya seperti itu, agar tidak berprasangka yang tidak-tidak.

Tadi, saat aku minta tolong seseorang beli susu dan sesuatu di warung, hatiku sudah merasa tidak nyaman. Namun, karena aku sudah terlanjut minta tolong jadi aku abaikan perasaan ku tadi. Nah, setelah beliau membelikan pesananku, beliau minum sebotol minuman berfermentasi. Botol kosong bekas minum itu diberikan kepadaku dengan maksud menyuruhku membuangnya.

Aku langsung membalasnya dengan becanda, namun beliau tidak terima dan langsung melempar keras botol tersebut. Deppp!!! hatiku langsung tersentak dengan sikapnya yang aku bilang tidak bijak, tidak sabar, dan penuh dengan ketidakikhlasan.

Aku tau dan paham, beliau (mungkin) tidak ada maksud untuk menyuruhku membuang botol itu ke tong sampah, hanya saja beliau sepertinya mengungkapkan rasa kekesalan kepadaku dengan cara menyuruhku membuang botol ituu..

Saat itu juga, aku seperti diberi uang dengan cara dilempar ke wajah ku. Gila!!!

Hatiku tak kuat, aku segera beberes dan salat. Dalam doaku, aku adukan pada Allah apa yang aku rasakan. Dan, saat itu juga hatiku terasa sangat legaaa setelah mengadu kepadaNya.

Memang, hati hanya bisa dirasakan oleh hati dan hanya bisa disentuh oleh hati pula. Maka, berhati-hatilah dengan hati. Ya Allah, karuniakan kami kemampuan membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Dan bimbinglah kami menyikapi suatu rasa yang kau isyaratkan melalui hati kami. Aamiin.

No comments:

Post a Comment