Friday, March 4, 2011

Ternyata Dia Temannya Temanku

Hahhh??? jam 22.42 skrg? wow..gak kerasa udah dua jam aku duduk di depan komputer. Malam ini, aku ingin membebaskan diriku dari tugas2 yg selayaknya hanya dikerjakan di tempatnya, bukan di kamarku.

Dua jam terakhir, aku lalui dengan fesbukan. Aku ingin mengenal lebih dalam orang2 yg ada di daftar pertemananku. Ada satu orang yang membuatku penasaran, seorang wanita enerjik dan fullpower, sebutlah namanya Sri.

Sri adalah seorang teman baruku di suatu komunitas sosial di daerah Senayan. Dia telah beberapa kali menjadi pembicara di sana. Aku mengaguminya. Aku kagum dengan kemampuan public speakingnya, kemampuannya menghantarkan idenya dengan cara yang menarik dan membius. Gayanya enerjik, wajah penuh dengan senyuman, dan terkadang gaya pakaiannya yang sedikit "nakal". Itulah Sri.

Awalnya aku tertipu dengan wajah polosnya, aku menganggap dia masih single, tapi ternyata aku salah. Dia seorang maaf, single parent karena divorce, dan telah memiliki dua orang putra yang cakep, anak pertamanya berusia 14 tahun dan yang kedua aku tidak tau.

Sudah cukup lama aku menyimpan rasa penasaran. Ada satu sisi dari kehidupannya yang bikin aku penasaran, dan aku gak tau hal apa itu. Hingga pada akhirnya, hari ini tanganku menghantarkan mouse ku untuk meng-kliknya. Aku baca-baca info nya, aku lihat foto-fotonya, dan stop! aku melihat dia foto berdua dengan seorang pria yang wajahnya sangat familiar.

Ku lihat nama pria itu di bawah foto tersebut, dan ternyata benar.. Pria itu adalah teman perjuanganku. Iya, dia adalah teman perjuanganku saat aku kuliah S1 di sebuah kampus, PTN di Bandung. Saat pertama kali masuk kampus, saat masa-masa ospek Fakultas. Kami satu fakultas tapi beda jurusan.

Ku klik namanya, lalu muncullah halaman tentang dirinya di fesbuk. Jamie namanya. Jamie adalah teman satu kelompok dengan ku saat ospek fakultas, dia terkenal vokal dan  berani mengutarakan pikiran-pikirannya, karena itulah dia terpilih menjadi mahasiswa terbaik saat ospek.

Jamie juga seorang pria yang dianugerahi wajah tampan, tinggi semampai, badan berisi, tidak kurus dan juga tidak gemuk, aku bilang ukuran tubuhnya pas, ditambah kacamata yang melekat di wajahnya membuatnya semakin terlihat cemerlang, cerdas, dan berwibawa. Ho... aku yakin, banyak wanita yang menyukainya. Tapi aku, gak tuch, biasa aja. hehe... :D

Pada tingkat II, kami mulai semakin asik tenggelam dalam aktivitas idealis kami masing-masing. Dia dengan tingkat ke-Mahasiswaannya di kampus, sedangkan aku dalam organisasi yang lebih manusiawi di luar kampus. Sejak itu aku sudah tidak pernah tau lagi kabarnya, bahkan sempat lupa kalo punya dia sebagai teman.

Menjelang tingkat akhir, saat aku mulai sering di kampus, aku  baru menyadarinya kalo aku udah lama gak ketemu dia, mungkin 2-3 tahun. Wow...kemana rimbanya ya tuch anak?! Denger kabar, dia di-DO dari kampus. Ah...sudahlah, itu pilihan hidupnya.

Suatu hari saat aku berjalan kaki di kampus, aku berpapasan dengannya. Nyaris saja aku lupa kalo itu adalah Jamie. Aku lihat ke arahnya dari kejauhan, dia tersenyum, dan aku lupa siapa duluan ya yang ngucapin salam "Assalamu'alaikum" dan menyapa nama serta menanyakan kabar? Dan sekarang, aku lupa kapan pertemuan tak sengaja itu terjadi? hehe... Alhamdulillah lupa.

Sekarang aku baru tau jawabannya. Ternyata gosip yang pernah beredar tentangnya adalah tidak benar. Dia memang pernah "hilang" dari kampus, namun ternyata dia ikut gabung di dalam kelompok sosial yang sangat perhatian dengan pendidikan dan satu tim dengan Sri. Owalah... Pak..Pak, cinta dan peduli ama pendidikan, tapi kok yo pendidikan sampean belum diselesaikan..? Sssttt...

Hmmm.... ternyata, orang yang baru kita kenal, bisa jadi temannya teman kita. Ya Allah, inilah salah satu hikmah silaturahim. Aku jadi bersemangat menambah teman dan memperdalam perkenalanku dengan teman-temanku.

.:. Sri dan Jamie adalah nama samaran

No comments:

Post a Comment