Aku pun sering liat Ibuku masak semur jengkol, liat Ayahku makan, Kaka Iparku makan, Tanteku, dan Ibuku juga makan semur jengkol. Melihat mereka ko sepertinya enak bangett ya.. Tapi,aku belum juga punya keberanian memakannya.
Hal ini dikarenakan di dalam benakku selalu terbayang jengkolic acid (asam jengkolat, suatu senyawa yang dihasilkan oleh jengkol) yang siap menyerang sistem urinariaku. Kenapa? yuk kita simak sekilas penjelasan berikut:
Jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) dalam sistem pencernaan yang dibuang ke ginjal yang disebut jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7), asam jengkolat membentuk kristal tak larut. (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=4945&page=1)
Jika jumlah kristal ini berlebih, maka bisa menyebabkan pendarahan di alat ekskresi, karena kristal ini tajam. Terutama pada Pria yang lebih sering dijumpai pendarahan saat buang air kecil karena kebanyakan makan jengkol.
Namun, namanya juga manusia yang setiap saat bisa berubah, akhirnya di lebaran taun ini, 1431H tahun 2010 M, aku memutuskan untuk mencoba semur jengkol buatan Ibuku. hmmmm...... hihihi....ternyata rasa jengkol itu seperti itu ya?! unik! empuk seperti daging. Pantesan banyak yang suka.. hehe... emang enak ko! :) coba dech! ^_^
![]() | ||
| Ini bukan semur jengkol buatan ibuku |

you must try balado jengkol n gulai jengkol buatan ibu.. wuenak buuuaaaanngget...
ReplyDeleteah.. tll cepat menyimpulkan tuh.. dikit mah gak papa.. kecuali tiap hari semangkok jengkol.. itu baru bikin penyakit selain bau di toilet dan nafas..